Hidupnya tambah sepi, tambah hampa Malam apalagi Ia memekik ngeri Dicekik kesunyian kamarnya Ia membenci. Dirinya dari segala Yang minta pereempuan untuk kawannya Bahaya dari tiap sudut. Mendekat juga Dalam ketakutan-menanti ia menyebut satu nama Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu ? Ah ! Lemah lesu ia tersedu : Ibu ! Ibu !
Aku tak bisa tidur Orang ngomong, anjing nggonggong Dunia jauh mengabur Kelam mendinding batu Dihantam suara bertalu-talu Di sebelahnya api dan abu
Aku hendak berbicara Suaraku hilang, tenaga terbang Sudah ! tidak jadi apa-apa ! Ini dunia enggan disapa, ambil perduli Keras membeku air kali Dan hidup bukan hidup lagi
Kuulangi yang dulu kembali Sambil bertutup telinga, berpecing mata Menunggu reda yang mesti tiba
Sebuah jendela menyerahkan kamar ini Pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam Mau lebih banyak tahu. ?Sudah lima anak bernyawa di sini, Aku salah satu !?
Ibuku tertidur dalam tersedu, Keramaian penjara sepi selalu; Bapakku sendiri terbaring jemu, Matanya menatap orang tersalib di batu!
Sekeliling dunia bunuh diri! Aku minta adik lagi pada Ibu dan bapakku, karena mereka berada Di luar hitungan : Kamar begini, 3 x 4 m, terlalu sempit buat meniup nyawa !